Rabu, 30 September 2015

Surat untuk Ustadz Qureis Shihab

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum,

Saya telah membaca buku Ustadz, Membumikan Al Qur’an, Lentera Hati, ‘Jilbab’, Tafsir al Misbah (hanya beberapa lembar dan lain-lain. Malahan almarhum bapak saya, terkesan dengan tulisan-tulisan Ustadz, sehingga saya pernah mengirimkan buku Lentera Hati kepadanya ketika ia masih hidup.
Tulisan-tulisan Ustadz Qureis terus terang sangat menyentuh kepada saya. Bahkan saya akui, saya juga sering mendengarkan ceramah Ustadz di televisi Metro beberapa tahun lalu. Terus terang saya katakana Ustadz sangat menguasai bahasa Arab dan tafsir al Qur’an. Tak heran sehingga karya tafsir ustadz mendapat hadiah sebagai pemenang pertama di Islamic Book Fair.

Tapi saya terkejut dengan pendapat Ustadz tentang jilbab. Ustadz menyatakan jilbab tidak wajib.
Masalah jilbab ini memang bukan masalah sederhana. Masalah ini menyangkut kejiwaan perempuan yang cenderung ingin memamerkan kelebihan tubuhnya. Makanya kita lihat di samping memperlihatkan rambut –hawa nafsu perempuan kalau dituruti, maka akan memperlihatkan pusar, paha dan seterusnya hingga telanjang.

Di sisi lain nafsu yang ada pada laki-laki senang pada apa yang terdapat dalam tubuh perempuan. Hawa nafsu laki-laki suka melihat rambut, buah dada, paha dan ‘kemaluan’ perempuan.
Mengapa Al Qur’an mewajibkan jilbab? Ini adalah untuk laki-laki dan perempuan sendiri. Karena sifat syariat Islam adalah mengendalikan hawa nafsu. Lihatlah ketika di malam hari, hawa nafsu cenderung senang tidur, maka Allah menganjurkan agar shalat malam. Di saat manusia senang makan tiap hari, Allah menganjurkan agar kita berpuasa sebulan penuh bulan Ramadhan. Di saat manusia enak melihat perempuan (bahkan telanjang) disuruh menundukkan kepala dan seterusnya.
Untuk apa ini semua? Hikmahnya adalah untuk kebaikan manusia sendiri. Orang yang terbiasa mengekang hawa nafsunya, maka akan selamatlah ia dari kerusakan yang diakibatkan hawa nafsu. Misalnya laki-laki dan perempuan yang tidak pacaran, selamat dari kekhawatiran hamilnya gadis di luar nikah dan seterusnya.

Al Qur’an menyatakan:
“Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari nafsu). Karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada keburukan (as suu’). Kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabbku. Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (QS Yusuf 53).

Kewajiban jilbab ini tertuang jelas dalam Al Quran:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Q.S. An Nur: 31)

Yang menarik dalam surat an Nuur ini diakhiri dengan kalimat: “dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung/bahagia (tuflihuun)”. Allah menyuruh kita semua bertaubat, karena rumitnya masalah ini.

Dimana kita melihat bahwa banyak tokoh Islam di Indonesia di masa kemerdekaan, tidak memakai jilbab penuh menutup kepala. Mereka hanya memakai kerudung saja (tutup kepala), tapi tetap kelihatan rambutnya. Jawabnya adalah bahwa di masa itu mungkin belum populer ayat tentang jilbab ini. Sebagaimana dulu belum popular ayat-ayat tentang cinta. Kini popular ayat-ayat cinta, sehingga beberapa masyarakat membuat Gerakan Islam Cinta atau film Ayat-Ayat Cinta.

Syekh Abdullah Azzam, guru para mujahidin, dalam bukunya Tarbiyah Jihadiyah bercerita bagaimana dulu ia melihat di Al Azhar Kairo hanya beberapa orang gadis yang berjilbab. Ia kemudian bersyukur di masa hidupnya kemudian melihat mayoritas mahasiswa Al Azhar berjilbab.

Dalam ayat lain, Allah SWT menyatakan:
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, agar mereka tidak diganggu dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Di akhir ayat ini Al Qur’an menyatakan: Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ini menunjukkan bahwa banyak wanita yang enggan memakai jilbab. Kalau ia memakai, maka Allah Maha Pengampun dan Penyayang.
Dan sebelum kalimat akhir itu ada kalimat “agar mereka tidak diganggu.” Maknanya agar wanita-wanita Muslim selamat dari gangguan para pria nakal. Para pria ini memang suka mengganggu perempuan-perempuan yang telanjang atau setengah telanjang. Perempuan-perempuan seperti dijadikan barang dagangan oleh para pria ini. Baik untuk ‘fashion show’, gambar di majalah, film-film porno atau industri pelacuran. Di sini wanita dianggap sebagai barang, bukan makhluk hidup (manusia). Digunakan untuk pemuas hawa nafsu belaka, tanpa dihargai jiwanya sebagai manusia.
Di kalimat sebelumnya “supaya mereka lebih mudah untuk dikenali”, mungkin hikmahnya agar bisa dikenali mana perempuan yang baik=baik dan perempuan yang nakal. Perempuan yang nakal memamerkan buah dada dan pahanya, sedang perempuan yang baik-baik menutupinya. Tentu tidak semua wanita jilbab, shalih semua perbuatannya. Sebagaimana orang yang shalat kadang-kadang juga melakukan dosa.

Tentu dalam pengamalannya, tidak ujug-ujug wanita disuruh berjilbab. Dalam sejarah penerapan hokum Islam, Rasulullah saw melakukannya secara bertahap. Rasulullah melakukan pembinaan aqidah dahulu (sebagaimana terjadi di Mekkah sampai 13 tahun). Penerapan hukum Islam ‘secara penuh’ adalah setelah di Madinah.
Bagi pribadi-pribadi wanita Muslim juga tidak tiba-tiba disuruh berjilbab. Mereka tentu berat, karena kebiasaan sebelumnya tidak berjilbab. Tapi mereka dijelaskan terlebih dahulu tentang aqidah, keimanan Al Qur’an dan seterusnya, sehingga nanti dengan kesadaran sendiri mereka memakai jilbab.

Dan bagi laki-laki yang normal tentu lebih senang istrinya berjilbab, daripada membuka auratnya di luar rumah. Wallahu alimun hakim.

Demikian surat saya kepada Ustadz Qureis, mudah-mudahan bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya. Jazaakallahu khairan katsiiran.

Wassalamualaikum,

Nuim Hidayat (Peneliti Insists dan Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Depok)

Saat Jalaluddin Rachmat Berbicara Islam

Kang Jalal begitu panggilan, meski ia dicap seorang Syiah, tapi sebenarnya ia Susi (Sunni-Syii). Kepada wartawan yang menemuinya saat pembentukan Ijabi (Ikatan Jamaah Ahlul Bait di Indonesia), ia terus terang bermazhab Susi, bukan Syiah atau Sunni. Saat pembentukan Ijabi di Kuningan (Gedung Nyi Ageng Serang) itu, ia dan anak buahnya juga memutar video, pasnya film 
menarik yaitu Children of Heaven.

Film itu menarik karena menceritakan sebuah keluarga ‘miskin’ di Iran. Di mana seorang kakak mengikuti lomba lari untuk mendapat hadiah sepatu untuk sang adik.

Jalal memang senang kontroversi. Tulisan-tulisannya renyah dan enak dibaca. Penulis menikmati tulisannya sejak mahasiswa. Ketika kuliah di IPB, sebelum Kuliah Kerja Nyata, penulis sempatkan pergi ke Internusa (mall besar satu-satunya di Bogor saat itu), untuk membeli karangan terbarunya Islam Aktual. Sebelum menulis Islam Aktual, Jalal menulis buku Islam Alternatif.

Dosen Komunikasi Uiversitas Pajajaran ini juga dikenal sebagai ahli komunikasi. Bicaranya menarik seperti tulisannya. Ceramahnya menyentuh dan banyak ide-ide baru keluar dari ucapannya. Meski kadang kontroversial, tapi ia jujur dan ada rujukan yang ia kutip. Tidak banyak intelektual Islam seperti itu. Bukunya Psikologi Komunikasi best seller dan menjadi pedoman bagi banyak universitas di Indonesia.

Salah satu yang menarik adalah ketika ia membahas Ulil Albab.Ulil Albab, menurut Al Qur’an adalah kelompok manusia tertentu yang diberi keistimewaan Allah SWT. Diantara keistimewaannya adalah mereka diberi hikmah, kebijaksanaan dan pengetahuan. Firman Allah SWT:

“Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberik hikmah, sungguh telah diberi kebijakan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali Ulil Albab.” (QS al Baqarah 269)

“Mereka adalah orang yang bisa mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia.” (QS Yusuf 111)
Dipelajarinya sejarah berbagai bangsa, kemudian disimpulkannya satu pelajaran yang bermanfaat, yang dapat dijadikan petunjuk dalam mengambil keputusan di dalam kehidupan ini.

“Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk dari Allah dan mereka itulah Ulil Albab.” (QS Ali Imran 7)

Menurut Jalal, kaum intelektual bukanlah sarjana yang hanya menunjukkan kelompok orang yang sudah melewati pendidikan tinggi dan memperoleh gelar sarjana. Mereka juga bukan sekedar ilmuwan yang mendalami dan mengembangkan ilmu dengan penalaran dan penelitian. Mereka adalah kelompok orang yang merasa terpanggil untuk memperbaiki masyarakatnya, menangkap aspirasi mereka , merumuskannya dalam bahasa yang dapat dipahami setiap orang, menawarkan strategi dan alternatif pemecahan masalah.

Di dalam masyarakat Islam, seorang intelektual bukan saja seorang yang memahami sejarah bangsanya, dan sanggup melahirkan gagasan-gagasan yang cemerlang, melainkan juga menguasai sejarah Islam. Intelektuaal seperti ini dalam Al Qur’an disebut dengan orang-orang yang bijak (men of understanding atau men of wisdom).

Beberapa tanda Ulil Albab diuraikan kang Jalal sebagai berikut:
Pertama, sungguh-sungguh mencari ilmu. Al Qur’an menyatakan:
“Dan orang yang ilmunya mendalam berkata:”Kami beriman kepadanya (Al Qur’an). Semuanya dari sisi Tuhan kami”. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali Ulil Albab.” (QS Ali Imran 7).
Termasuk dalam sungguh-sungguh mencari ilmu adalah kesenangannya mentafakkuri ciptaan Allah di langit dan bumi. Firman Allah:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergiliran malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi Ulil Albab.” (QS Ali Imran 190).
Abdus Salam, seorang Muslim pemenang hadiah Nobel, berkat teori unifikasi gaya yang disusunnya, berkata: “Al Qur’an mengajarkan kepada kita dua hal: tafakur dan tasyakur. Tafakur adalam merenungkan ciptaan Allah di langit dan bumi, kemudian menangkap hokum-hukum yang ada di alam semesta. Tafakur inilah yang sekarang disebut dengan science. Tasyakur adalah memanfaatkan nikmat dan karunia Allah dengan menggunakan akal fikiran, sehingga kenikmatan itu makin bertambah.”

Kedua, mampu memisahkan yang jelek dengan yang baik. Walaupun ia harus sendirian mempertahankan kebaikan itu dan walaupun kejelekan itu dipertahankan banyak orang. Allah berfirman: “Katakanlah tidak sama kejelekan dengan kebaikan, meskipun kejelekan itu banyak yang mengagumi. Maka bertakwalah kepada Allah hai Ulil Albab agar kamu beruntung (tuflihuun).” (QS Al Maidah 100).

Ketiga, kritis dalam mendengarkan pembicaraan. Pandai menimbang-nimbang dalam ucapan, teori, proposisi atau dalil yang dikemukakan orang lain. Firman Allah SWT:
“Yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti yang terbaik. Mereka itulah orang-orang yang mendapat Allah petunjuk dan mereka itulah Ulil Albab.” (QS az Zumar 18)

Keempat, bersedia menyampaikan ilmunya kepada orang lain untuk memperbaiki masyarakatnya. Bersedia memberikan peringatan kepada masyarakat, diperingatkan masyarakat kalau terjadi penyimpangan dan diprotesnya kalau terdapat ketidakadilan. Dia tidak berpangku tangan saja di dalam laboratorium atau terbenam dalam perpustakaan saja. Tapi dia tampil di masyarakat, terpanggil hatinya untuk memperbaiki ketidakberesan di tengah masyarakat.

“Dan (Al Qur’an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia. Agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang yang bijak mengambil pelajaran.” (QS Ibrahim 52)

“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang bijak saja yang dapat mengambil pelajaran. (yaitu) Orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian, orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. Orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).” (QS ar Ra’ad 19-22)

Kelima, Tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. Berkali-kali Al Qur’an menyebutkan bahwa Ulil Albab hanya takut kepada Allah:

“Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang bijak.” (QS al Baqarah 197)

“Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku (Allah) hai Ulil Albab.” (QS al Baqarah 197)

“Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang bijak. (yaitu) Orang-orang yang beriman. Sungguh Allah telah menurunkan peringatan kepadamu.” (QS ath Talaq 10)

Keenam, (tidak disebutkan Kang Jalal) adalah orang yang meyakini hukum Allah itu sempurna.
“Dan dalam qishash itu ada (jaminan) kehidupan bagimu, wahai orang-orang yang bijak, agar kamu bertaqwa.” (QS al Baqarah 179)

Menenai ayat ini Imam ash Shabuni menjelaskan bahwa qishash di ayat ini menggunakan al. Sedangkan hayat (kehidupan) tidak menggunakan al. Bermakna bahwa kalau hokum qishash diterapkan, maka aka nada kehidupan (orang takut membunuh, karena orang yang membunuh akan diqishash. Dibalas ia dengan hukum bunuh. Tidak seperti saat ini, dimana terjadi banyak pembunuhan, karena KUHP tidak memuat tentang hukum qishash ini (hukum Islam).
Beda Ulil Albab dengan intelektual adalah seorang ulil albab suka bangun  tengah malam dan mengisi malamnya untuk beribadah kepada Allah.

(Apakah orang musyrik yang beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?" Sesungguhnya ini adalah pelajaran bagi Ulil Albab.” (QS az Zumar 9).


Jadi ulil albab adalah intelektual plus. Intelektual plus ketakwaan atau intelektual plus keshalehan.*nh

Senin, 28 September 2015

Surat untuk Mas Gun

Mas Gun, Guruku Jurnalistik

Assalamualaikum,
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang,
Ingatkah mas Gun sekitar tahun 1999 saya ikut training jurnalistik atas beasiswa Tempo. Saat itu mas Gun menjelaskan tentang Media Dakwah yang menuduh PRD-PKI bla-bala. Kebetulana saya saat itu menjadi wartawan Media Dakwah.

Media Dakwah bukanlah majalah politik biasa. Ia adalah majalah dakwah sebenarnya. Majalah yang ingin mengajak manusia kembali ke jalan Allah. Ke jalan para Nabi bukan jalan Iblis (kini saya dengan teman-teman di sharia.co.id dan kebetulan saya juga dengan temen-temen tergabung dalam peneliti Insists).

Saya tahu mas Gun umurnya sudah tua. Saya juga sudah 46 tahun, cukup tua juga. Tapi saya tidak tahu yang mati duluan saya atau mas Gun.

Saya mengikuti Catatan Pinggir mas Gun sejak saya menjadi mahasiswa IPB. Saya kagum dengan tulisan-tulisan mas Gun. Tapi ada yang jadi pertanyaan saya, kenapa mas Gun berubah menjadi pembela komunis? Padahal dulu pernah jadi anti komunis.

Saya melihat mungkin karena pergaulan. Mas Gun bergaul dengan intelektual-intelektual internasional. Dan berbagai macam orang dari berbagai kalangan.

Saya menyadari, saya sendiri wartawan, suka kepada hal-hal yang baru. Suka keindahan, suka bergaul dengan banyak orang dan lain-lain. Sehingga selalu timbul pertanyaan tiap kali ada hal baru, tiap kali ada pengetahuan baru.

Begitulah otak kita bekerja. Tapi kita seringkali lupa siapa yang menciptakan otak kita yang canggih itu? Kita sendiri? Kebetulan, gak mungkin kan. Karena itu saya seringkali mengingatkan anak saya sejak kecil, Za (anak saya bernama Izza), ingat otak kita yang menciptakan Allah. Ibu Bapak tidak menciptakan otakmu.

Lalu komputer otak kita mungkin akan bertanya, lalu siapa yang mencipta Allah? Hal itu pernah ditanyakan kepada Rasulullah. Rasulullah menjawab ‘pertanyaan itu dari Iblis’. Yakni Otak kita gak bisa menjawab. Karena program otak kita hanya melihat yang terlihat, tidak bisa melihat yang tidak terlihat (ghaib).

Begitu juga ketika timbul pertanyaan, mungkinkah kita akan hidup lagi? Jawabnya kemungkinan besar. Kalau Al Qur’an mengatakan pasti. Suatu saat Rasulullah saw pernah ditanya kafir Quraisy yang datang ke Rasulullah membawa tulang belulang. Mungkinkah tulang belulang ini akan hidup kembali? Rasulullah saw terdiam. Kemudian turunlah wahyu : “Dan tidaklah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata. Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya. Dia berkata,”Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah (Muhammad),”Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan 
Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.” (QS 77-79).

Kemukjizatan Al Quran yang lain –mas Gun bisa baca sendiri, banyak buku—adalah tentang kejadian manusia yang dengan rinci diceritakan dalam Al Qur’an. Padahal waktu zaman Nabi Muhammad itu belum ada ilmu bedah atau ilmu anatomi manusia.

“Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari saripati dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (Rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging, Kemudian Kami menjadikannya makhluk yang berbentuk lain. Mahasuci Allah Pencipta yang paling baik. Kemudian setelah itu, sungguh kamu pasti mati. Kemudian sungguh kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari kiamat.” (QS al Mu’minuun 12-16).

Melihat ayat-ayat Al Qur’an yang hebat ini, Prof Maurice Bucaille ahli anatomi dari Perancis masuk Islam. Prof Jeffry Lang ahli matematika dari Amerika masuk Islam dan seterusnya. Bacalah buku Maurice Bucaille atau Prof Jeffry Lang. Tentang bagaimana Al Qu’an dibukukan, bacalah buku Prof Mustafa Azami, ketika membandingkan Al Qur’an dan Bibel.

Dan Allah Maha Pengampun, asal kita kembali kepada Islam, bersungguh-sungguh tobat kepada Allah, seberapapun dosa besar kita, kata Rasulullah diampuni. Meskipun sepenuh langit dan bumi.
Yang menarik Jeffry Lang ketika membahas tentang penciptaan manusia di bumi, yang tujuannya dalam Al Qur’an untuk perdamaian. QS Al Baqarah 30-37. (Maka dunia bisa damai, kalau semua persenjataan perang dihilangkan. Dan ini bukan tidak mungkin).

Dan menarik juga kalau kita baca buku Hamka tentang Tasawuf Modern. Yang mengingatkan kepada kita, apa yang kita cari di dunia ini sebenarnya. Dan salah satu kehebatan Al Qur’an adalah dia bisa dihafal otak manusia dengan mudah. Meski anak yang berumur 7 tahun, 8 tahun dan seterusnya. Tidak ada kitab yang sehebat Al Qur’an di dunia ini. Adakah buku setebal Al Qur’an yang bisa dihafal kata per kata di dunia ini? Tidak ada.

Demikian surat ringkas dari saya, semoga bermanfaat dan mas Gun dapat berfikir dan kembali ke jalan Islam. Allah Maha Mengetahui dan Allah Maha Bijaksana (Wallahu alimun hakim).

Wassalamualaikum, Nuim Hidayat.

Rabu, 18 Februari 2015

PM Israel Serukan Yahudi Eropa Pindah ke Israel

Setelah beberapa orang Yahudi terbunuh di Perancis dan Denmark, PM Israel Benjamin Netanyahu serukan warga Israel di Eropa pindah ke Israel.

"Ini gelombang serangan teror dapat diperkirakan akan terus berlanjut, termasuk serangan antisemitisme dan pembunuhan. Kami katakan kepada orang-orang Yahudi, untuk saudara-saudara kita, Israel adalah rumah Anda dan bahwa setiap orang Yahudi. Israel sedang menunggu Anda dengan tangan terbuka,"kata Netanyahu.

Sabtu, 07 Februari 2015

Syiah dan Sunni


Ada banyak teman-teman protes saya mengatakan Syiah tidak kafir, tapi dosa besar (sesat dalam bahasa Indonesia). Karena itu saya menulis argumen ini, biar jelas:
1.    1.   Prof Hasbi Shiddiqi dalam bukunya tentang Hukum Islam, membahas tentang perbandingan Ushul Fiqh yang diambil dari Ulama Syiah dan Sunnah. Kalau Syiah kafir, tentu ia tidak akan membahasnya. Hasbi Ash Shiddiqi bukan ulama sembarangan.
2.      2.  Pertemuan-pertemuan internasional yang terjadi beberapa kali antara Ulama Syiah dan Ulama Sunni, untuk persatuan dunia Islam, menunjukkan Syiah tidak kafir. Kalau kafir tidak mungkin diadakan pertemuan itu. Hukum tentang kafir dan Muslim tidak tergantung pada perubahan politik dunia. Hukum Islam tentang sesuatu hal itu sifatnya tetap tidak berubah karena kondisi.  Pernyataan Syekh Yusuf Qaradhawi tentang pengkhianatan Syiah, tidak menjadikan Syiah menjadi kafir. Karena Yusuf Qaradhawi menyatakan kira-kira bahwa kalau Amerika menyerang Iran, ia akan berada di depan.

Jumat, 12 Desember 2014

War for Oil



Sejak invasi koalisi pasukan Amerika ke Irak 2003, para ahli politik telah menyatakan bahwa Amerika menyerbu Irak untuk minyak. Amerika perlu minyak untuk mengisi bahan bakar puluhan kapal induk, ribuan pesawat terbang dan helicopter, dan industri dalam negeri dan lain-lain. Paus Paulus kini ikut-ikutan menggalang opini melawan ISIS.
 
Ketika isu invasi pasukan gabungan Amerika ke Irak untuk minyak muncul di media-media Barat tahun 2003, beberapa kepala Negara menolaknya.  Tony Blair PM Inggris saat itu menyatakan bahwa itu adalah teori konspirasi. Blair menyatakan : "Let me first deal with the conspiracy theory that this is somehow to do with oil...The very reason why we are taking the action  that we are taking is nothing to do with oil or any of the other conspiracy theories put forward."

Begitu pula John Howard,PM Australia saat itu menyatakan "We didn't go there because of oil and we don't remain there because of oil." Pada awal 2003 Howard menyatakan: "No criticism is more outrageous than the claim that United States behaviour is driven by a wish to take control of Iraq's oil reserves." (Tidak ada kritik yang lebih memalukan daripada pernyataan bahwa perilaku Amerika itu didorong oleh keinginan untuk mengendalikan minyak).

Invasi Irak, Demi Minyak

Tentu saja pernyataan kepala-kepala Negara itu dibantah banyak fihak. Dalam sebuah situs tentang perdebatan masalah perang Irak (lihat http://en.wikipedia.org/wiki/ Rationale_for_the_Iraq_War#Oil_not_a_factor_in_the_Iraq_war) dinyatakan bahwa: Menteri Keuangan era Presiden Bush, Paul O Neill dalam pertemuan Bush dengan National Security Council, pernah ada diskusi tentang Invasi ke Irak. Bush saat itu diberi semacam proposal tentang Plan for post-Saddam Iraq.  Sebuah dokumen Pentagon tanggal 5 Maret 2001 berjudul Foreign Suitors for Iraqi Oilfield contracts (Pelamar asing untuk kontrak ladang minyak Irak).  Dalam dokumen itu juga terlampir peta potensi daerah Irak untuk eksplorasi.

Minggu, 02 November 2014

Bahaya Takut

(M. Natsir, Tokoh Partai Islam Masyumi)

Saudara-saudara,
Pengajian kita pagi ini antara lain berhubungan dengan Peringatan Hari Kemerdekaan kita bangsa Indonesia yang telah kita proklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 atau dua puluh tujuh tahun yang lalu. Lagi pula kita berada sekarang ini pada suasana bulan Rajab dan sudah menjadi kebiasaan bagi kita untuk menggunakan hari-hari sejak awal Rajab itu untuk memperingati Mi’raj Rasulullah saw.

Antara kedua peristiwa itu ada hubungannya kalau kita memang hendak mencari hubungan.

Penjajahan Membawa Kesuraman

Terlebih dahulu yang mengenai hari kemerdekaan. Kita mengetahui dari sejarah bahwa bangsa Indonesia ini sudah pernah dijajah oleh bangsa-bangsa asing yang datang ke sini. Yang mula-mula datang kemari untuk mencari rezeki, tapi kesudahannya menjajah dalam arti yang lebih kejam lagi. Yaitu menjajah bukan dalam arti materiil saja, tapi juga menjajah segala apa yang ada pada bangsa Indonesia baik jasmaniah maupun rohaniah.

Belanda satu bangsa yang kecil jumlahnya tidak sampai sepersepuluh jumlahnya dari jumlah bangsa Indonesia, datang dari jauh, sanggup memperlakukan kita bangsa Indonesia sebagai anak jajahan, 3 ½ abad lamanya. Diperasnya kekayaan kita. Diperasnya tenaga dan pikiran kita, sehingga kita berabad-abad lamanya di dalam keadaan yang suram sekali.

Sebab-Sebab Kejatuhan Umat dalam Ramalan Rasulullah saw
Memang satu umat yang besar, bisa saja dipreteli oleh satu gelintir umat yang kecil, seperti yang pernah diperingatkan  oleh Rasulullah Muhammad saw, sebagai salah satu sunnatullah. Rasulullah saw pernah mengatakan:

“Mungkin pada satu suatu masa kamu akan dikeroyok ramai-ramai oleh orang banyak (dari luar, dari kiri kanan, dari Timur, Barat, Utara dan Selatan semuanya) berkerumun sebagaimana orang lapar mengerumuni meja makanan…”